Hai, pak.
Sudah berapa lama kita tidak saling bertukar kabar?
Sudah berapa lama kita tidak saling menyapa?
Bapak,
apa hari ini bapak sudah makan?
apa hari ini bapak masih berkutat dengan asap rokok bapak?
apa hari ini bapak sudah sholat?
apa hari ini bapak masih mengingat aku, mamah dan adek?
tapi, apakah hari ini Bapak masih bernapas lega?
Bapak,
aku diam.
aku selalu menyembunyikan keinginanku akan kehadiran mu lagi.
aku diam, jika aku sangat merindukanmu.
aku diam tentang keirianku pada teman-teman yang bercerita tentang ayah mereka.
Bapak, aku selalu diam.
karena aku tidak mau, keterbukaanku tentangmu pada mamah, justru akan membuatnya makin terbebani.
Bapak, sebagai anak sulung dalam keluarga, aku selalu ingin terlihat tegar.
aku selau tidak ingin terlihat kasihan.
aku selalu ingin bisa menjalani semuanya.
Bapak, tidak tahukah, bahwa disini mamah berjuang sendiri untuk memperbaiki masa depan anak-anakmu?
tidak tahukah bagaimana mamah (dan kami -anakmu) yang bingung harus menghadapi omongan orang.
tidak tahukah bapak, bagaimana lelahnya mamah?
Bapak, ini lebih menyakitkan daripada teman-teman yang benar-benar jelas kehilangan ayahnya.
ini lebih membingungkan, karena bapak tidak membiarkan kami tahu sekedar kabarmu.
Bapak, lupakah bapak jalan pulang?
lupakah bapak tentang kami?
Bapak, pulang yaa :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar